Memuat Halaman...

Detail Program Kerja

Seminar Anti-Bullying di Yayasan Al-Haromain
Selesai Pendidikan

Seminar Anti-Bullying di Yayasan Al-Haromain

Tujuan Kegiatan

1. Memberikan pemahaman kepada santri mengenai pengertian dan bentuk-bentuk perundungan (bullying).
2. Menjelaskan dampak yang ditimbulkan perundungan bagi korban.
3. Menumbuhkan empati dan kepedulian antarsantri, khususnya dalam interaksi lintas jenjang pendidikan di lingkungan pesantren.
4. Membekali santri dengan langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan perundungan.
5. Mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan nyaman bagi santri

Deskripsi Program
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN dengan tema "Stop Bullying, Start Caring: Bersama Wujudkan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman". Seminar dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Yayasan Pondok Pesantren Al-Haromain, diikuti oleh 46 santri (12 putra dan 34 putri) dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan pesantren — SDIT, SMPIT, MA, SMK, serta pondok putra dan putri. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 15 mahasiswa KKN dengan pendampingan satu orang dosen pembimbing.

Langkah-Langkah Pelaksanaan

1. Pembukaan Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pengenalan narasumber. 2. Penyampaian materi narasumber menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak bagi korban, serta cara mencegah dan menghadapinya, menggunakan bahasa sederhana dan contoh dekat kehidupan santri. 3. Sesi tanya jawab peserta diberi kesempatan bertanya dan menyampaikan pendapat, sehingga materi dapat dikaitkan dengan pengalaman nyata mereka. 4. Pembahasan batas candaan dan bullying santri diajak memahami perbedaan antara candaan dan tindakan yang menyakiti, seperti mengejek, memberi julukan tidak disukai, mempermalukan, atau mengucilkan teman. 5. Diskusi peran sekitar kejadian santri diarahkan memahami bahwa orang-orang di sekitar kejadian bullying juga punya peran dalam mencegah dan menghentikannya, bukan hanya korban dan pelaku. 6. Penutup seminar diakhiri setelah seluruh materi dan sesi tanya jawab selesai

Hasil & Dampak Kegiatan

Berdasarkan rekapitulasi data observasi, tingkat keterlibatan aktif santri mencapai 85% dari total peserta, terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi bersama setelah pemaparan materi. Santri memperoleh pemahaman mengenai perbedaan antara candaan dengan tindakan yang merugikan atau menyakiti orang lain, serta memahami bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk perkataan atau tindakan yang membuat orang lain merasa tertekan.

Kegiatan ini tidak menggunakan pre-test dan post-test, sehingga peningkatan kesadaran peserta tidak dapat diukur secara kuantitatif secara menyeluruh — evaluasi bersifat kualitatif berbasis observasi partisipatif dan refleksi pelaksana. Dampak kegiatan terlihat dari terbukanya ruang komunikasi mengenai isu bullying yang sebelumnya jarang dibicarakan secara terbuka di lingkungan pesantren berasrama, kondisi yang rentan mengingat tingginya intensitas interaksi harian antarsantri lintas jenjang usia.

Secara keseluruhan, seminar ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling peduli antarsantri di lingkungan pesantren. Kendala yang tercatat: keberagaman usia/jenjang pendidikan menyulitkan penyeragaman materi, dan keterbatasan waktu membuat tidak semua santri memperoleh kesempatan sama untuk bertanya atau berbagi pendapat, sehingga tindak lanjut secara berkelanjutan direkomendasikan.

Artikel Berita: https://www.kompasiana.com/hernindaawwaliya6611/6a81f972c925c443fe70fbaa/cegah-bullying-kkn-xxi-unisnu-jepara-gelar-seminar-di-al-haromain

Spesifikasi Program

  • Status Pelaksanaan Selesai
  • Bidang Kerja Pendidikan
  • Penanggung Jawab Arum, Fira (PGSD)
  • Lokasi Kegiatan Pondok pesantren Alharomain
  • Tanggal Pelaksanaan 08 August 2026
Kembali ke Program Kerja