Memuat Halaman...

Baca Berita

Kesehatan 04 August 2026 Oleh: Herninda Awwaliya

Mahasiswa KKN XXI UNISNU Dampingi Posyandu untuk Cegah Stunting di Rajekwesi

Mahasiswa KKN XXI UNISNU Dampingi Posyandu untuk Cegah Stunting di Rajekwesi
JEPARA — Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui kegiatan Posyandu yang melibatkan kader, masyarakat, dan berbagai pihak. Selasa (4/8/2026), mahasiswa KKN XXI UNISNU Jepara melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu sekaligus memberikan penyuluhan mengenai stunting di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut melibatkan tiga mahasiswa KKN, yaitu Sintya Noor Widyasari, Anggie Naswa Septenia, dan Herninda Awwaliya. Dalam pelaksanaannya, ketiga mahasiswa memiliki tugas masing-masing untuk membantu kelancaran kegiatan Posyandu. Sintya Noor Widyasari dan Anggie Naswa Septenia bertugas sebagai PIC yang mengoordinasikan jalannya kegiatan serta membantu administrasi dan pelayanan Posyandu. Sementara itu, Herninda Awwaliya bertugas sebagai MC yang memandu jalannya kegiatan dari awal hingga selesai. Dalam kegiatan Posyandu, mahasiswa turut membantu kader dalam proses administrasi dan pencatatan data peserta. Bantuan administrasi meliputi pendataan dan pencatatan hasil pemeriksaan serta membantu memastikan proses pelayanan berjalan secara tertib. Keterlibatan mahasiswa dalam bagian administrasi diharapkan dapat membantu kader agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih efektif. Selain membantu administrasi, mahasiswa juga terlibat langsung dalam membantu pelaksanaan pelayanan Posyandu. Mahasiswa membantu kader dalam proses penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi atau panjang badan balita. Mahasiswa juga membantu mengarahkan peserta agar mengikuti tahapan pelayanan secara teratur sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Sintya Noor Widyasari dan Anggie Naswa Septenia selaku PIC bertanggung jawab dalam mengoordinasikan pembagian tugas dan memastikan kebutuhan selama kegiatan dapat terpenuhi. Keduanya juga membantu kader dalam proses administrasi serta pelayanan Posyandu. Sementara itu, Herninda Awwaliya bertugas sebagai MC yang membuka, mengarahkan, dan memandu rangkaian kegiatan agar berlangsung sesuai dengan susunan acara yang telah dipersiapkan. Setelah kegiatan pelayanan Posyandu, mahasiswa KKN juga memberikan penyuluhan mengenai stunting kepada masyarakat. Penyuluhan dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar dapat dipahami oleh masyarakat. Materi penyuluhan mencakup pengertian stunting, faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting, pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu. Selain pemenuhan gizi, penyuluhan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan serta memperhatikan kesehatan ibu dan anak. Upaya pencegahan stunting membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak, sehingga peran keluarga dan masyarakat sangat diperlukan. Melalui pendampingan kegiatan Posyandu, mahasiswa KKN XXI UNISNU Jepara turut membantu kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman secara langsung mengenai pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dengan masyarakat Desa Rajekwesi. Kegiatan pendampingan Posyandu dan penyuluhan stunting diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak serta penerapan pola hidup sehat. Dengan adanya kerja sama antara kader Posyandu, masyarakat, dan mahasiswa KKN, upaya pencegahan stunting di Desa Rajekwesi diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN XXI UNISNU Jepara berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan Posyandu dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting. Keterlibatan mahasiswa juga diharapkan dapat memperkuat semangat bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak serta menciptakan generasi yang sehat di Desa Rajekwesi.
Foto Dokumentasi Terkait